Naegleria fowleri, Amoeba Pemakan Otak!

Naegleria fowleri menggemparkan dunia karena memakan hampir 145 korban jiwa di Florida, Amerika Serikat. Amoeba ini menginfeksi para korbannya dan menghancurkan sel saraf otak manusia. Naegleria fowleri sendiri memang sejak lama terkenal sebagai amoeba perusak atau pemakan otak.

Dilansir dari BBC, Departemen Kesehatan Florida (DOH) tidak menguraikan secara jelas lokasi maupun kondisi pasien berada. Namun, hal ini menjadi sorotan karena sejak tahun 1962 hanya terjadi 37 kasus yang diakibatkan dari infeksi amoeba pemakan otak dan biasanya terjadi di negara bagian AS selatan.

Sehingga mengingat konsekuensi infeksi yang berpotensi tinggi menyebabkan kematian, maka DOH mengeluarkan peringatan kepada penduduk di Hillborough pada awal Juli. Pejabat kesehatan mendesak agar para penduduk setempat menghindari kontak hidung dengan air dari keran maupun berbagai sumber lainnya.

Untungnya amoeba pemakan otak ini memiliki kemungkinan tertinggi terjadi di Amerika Serikat. Sejak 2018 silam hingga awal 2020 Naegleria fowleri sudah memakan hampir belasan korban jiwa yang tak pandang usia. Mulai dari atlet remaja asal Texas sampai pria berusia 70 tahun asal Taiwan.

Mengenal Lebih dalam Naegleria fowleri

Naegleria fowleri merupakan organisme bersel satu yang hidup di perairan hangat seperti danau, sungai, dan sumber air panas lainnya termasuk berbagai pemandian air panas.

Hany Elsheikha selaku professor Parasitologi University of Nottingham mengatakan bahwa parasit ini dapat menyebabkan peradangan otak parah yang disebut meningoencephalitis amebic primer yang memiliki kesamaan gejala seperti meningitis. Oleh karenanya, organisme ini mampu menghancurkan jaringan otak sehingga disebut amoeba pemakan otak.

N. fowleri tidak bersifat menularkan antar satu manusia dengan manusia lain. Namun, infeksi dapat terjadi apabila manusia yang berada atau bersinggungan dengan air dan terhisap oleh hidung ketika menyelam di perairan hangat seperti danau atau sungai.

 Di beberapa kasus, seperti yang menimpa seorang remaja asal Texas, N. fowleri dapat masuk ke dalam tubuh melalui air yang terhirup pada saat berenang di kolan yang minim dengan zat klorin. Selain itu, beberapa aktivitas keagamaan yang mensyaratkan untuk membersihkan hidung menggunakan air juga dapat menyebabkan Naegleria fowleri ada dalam badan manusia.

Akan tetapi, dilansir dari situs CDC, amoeba pemakan otak ini tidak akan terinfeksi lewat aktivitas mengonsumsi minuman walaupun airnya telah terkontaminasi.

Gejala Naegleria fowleri

Naegleria fowleri telah masuk ke dalam tubuh manusia maka tubuh akan menunjukkan beberapa gejala yang oleh CDC dibaggi menjadi dua tahapan.

  1. Pertama, seseorang akan merasakan sakit kepala hebat yang disertai mual, demam, dan muntah.
  2. Apabila gejala di atas tidak diatasi dengan tepat, maka gejala akan semakin meluas seperti leher terasa kaku, kejang, berhalusinasi, bahkan sampai mengalami koma.

Sekilas gejala di atas hampir mirip dengan meningitis yang diakibatkan oleh bakteri. Oleh karenanya, dokter kerap kesulitan dalam mendiagnosis radang otak parah yang disebabkan amoeba pemakan otak ini.

Pencegahan

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah masuknya N. fowleri ke dalam tubuh manusia, salah satunya dengan menghindari berbagai aktivitas yang berhubungan langsung dengan air tawar sebagai tempat hidup N. fowleri. Selain itu, apabila anda terpaksa, dapat menutup hidung atau tidak mengaduk sedimen di dasar kolam. Cara lainnya dengan menjaga agar kepala anda tetap berada di permukaan air.

Pengobatan

  • Obat anti jamur

Obat anti jamur yang efektif mengatasi infeksi N. fowleri adalah amphotericin B. Obat ini dapat diaplikasikan dengan penyuntikan lewat suntikan intravena atau langsung ke sekitar saraf tulang belakang.

  • Obat antiparasit

Miltefosine adalah obat antiparasit baru yang mampu mengatasi infeksi akibat Naegleria fowleri.

  • Obat antibiotik

Rifampin merupakan contoh obat antibiotik yang bisa diberikan oleh dokter. Namun, penggunaan rifampin juga berpotensi menghambat keefektifan obat-obatan lain yang digunakan dalam mengatasi infeksi Naegleria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.