Eucalyptus Dengan Berbagai Bahaya serta Manfaatnya!

Eucalyptus sebagai bahan baku kalung antivirus corona yang dikeluarkan oleh Kementerian Pertanian, geger di jagat media. Berbagai ahli pun menanggapi, sehingga menimbulkan pro dan kontra. Salah satunya adalah tanggapan dari Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Ari Fahrial Syam yang menyatakan, masih diperlukan riset panjang untuk mengeklaim kalung eucalyptus yang akan diproduksi Kementerian Pertanian sebagai kalung antivirus corona.

Oleh karena itu, beliau tidak sependapat apabila kalung eucalyptus disebut sebagai kalung antivirus corona. Berbagai pihak pun berpendapat demikian. Melanjutkan, beliau menyebut kalung antivirus corona ini lebih baik jika disebut kalung kayu putih atau kalung eucalyptus.

Hal ini disampaikan Ari sebagai tanggapan akan tindakan gegabah Kementan yang hendak memproduksi secara masal kalung antivirus corona pada bulan Agustus mendatang. Eucalyptus memang digadang-gadang sebagai bahan baku pembuatan kalung antivirus corona. Lantas apakah manfaat eucalyptus betul-betul secara efisien mengatasi virus corona?

Mengenal Eukaliptus Sebagai Bahan Baku

Eucalyptus atau dalam bahasa Indonesia disebut Eukaliptus adalah sejenis pohon yang berasal dari Australia dan memiliki lebih dari 700 spesies. Terdapat beberapa spesies pohon eukaliptus yang tak hanya dijumpai di Australia tetapi, di beberapa daerah Indonesia, Papua Nugini, sampai Filipina.

Sejak lama minyak esensial yang dihasilkan daun eukaliptus dimanfaatkan sebagai disinfektan alami yang kuat dan dapat menjadi racun dalam jumlah banyak. Beberapa herbivora marsupilia atau kelompok mamalia yang memiliki kantung perut, terutama koala dan beberapa opossum, toleran terhadao minyak tersebut sehingga dapat mengonsumsi dedaunan eukaliptus.

Kebanyakan eukaliptus juga tidak tahan dengan suhu dingin. Mereka hanya mampu bertahan hingga suhu sekitas -3 derajat celcius sampai -5 derajat celcius.

Bahaya yang Ditimbulkan

Bahaya eukaliptus tak hanya ditimbulkan bagi beberapa serangga sebagai implementasi pembuatan minyak disinfektan, beberapa spesies eukaliptus memiliki sifat menjatuhkan dahan saat mereka tumbuh. Hal ini sempat menimbulkan korban yang berada di salah satu hutan Australia. Spesies Eucalyptus papuana diyakini banyak memakan korban jiwa, terkhususnya para penebang pohon akibat tertimpa dahannya. Oleh karena itu, pemerintah Asutralia sempat melarang masyarakatnya agar tidak berkemah di bawah pohon eukaliptus.

Selain itu, dalam cuaca panas, minyak eukaliptus yang menguap dapat menyebabkan kabut. Hal ini kemudian menimbulkan kebakaran dikarenakan minyak eukaliptus yang sangat mudah terbakar. Di beberapa kasus, ditemukan bahwa pohon eukaliptus meledak dengan sendirinya pada saat cuaca panas. Dahan atau ranting mati dari pohon ini juga sangat mudah menyebarkan api.

Manfaat Eucalyptus

  • Mengatasi masalah pernapasan

Diketahui bahwa eukaliptus dapat meringankan gejala pilek seperti radang tenggorokan dan hidung tersumbat. Misalnya eukaliptus sering kita jumpai dalam tablet pelega tenggorokan maupun inhaler.

Selain itu, eukaliptus juga direkomendasikan sebagai obat herbal dengan menggunakan daun segarnya dengan berkumur untuk meredakan sinusitis dan bronchitis. Minyak kayu putih pun bisa bertindak sebagai dikongestan atau meredakan hidung tersumbat ketika dihirup.

  • Perawatan gigi

Antibakteri dari eukaliptus telah dimanfaatkan dalam beberapa kandungan pasta gigi yang sering kita gunakan. Hal ini dikarenakan eukaliptus secara aktif memerangi bakteri yang menyebabkan kerusakan gigi, gusi, bahkan periodontitis.

  • Antimikroba yang handal

Sebuah studi yang diterbitkan Clinical Microbiology and Infection menunjukkan bahwa eukaliptus memiliki sifat antimikroba yang berperan besar dalam mengatasi saluran pernapasan bagian atas. Beberapa jenis bakteri streptococcus yang bertanggung jawab pada infeksi Haemophilus Influenze dapat diatasi dengan eukaliptus yang terkandung di minyak kayu putih.

  • Merangsang imunitas tubuh

Dipublikasikan dalam BMC Immunology, bahwa secara khusus eukaliptus memiliki sifat yang mampu meningkatkan respon fagositik sistem kekebalan tubuh terhadap patogen dalam model tikus. Fagositosis adalah proses di mana sistem imun secara alamiah mengonsumsi atau menghancurkan partikel asing.

  • Pengusir serangga

Seperti yang diurakan di atas, eukaliptus berperan sebagai disinfektan baru serangga dan secara resmi terdaftar sebagai insektisida dan mitisida karena mampu membunuh tungau dan kutu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.